Selasa, 22 Oktober 2013

Surat Puisi (3)

Puisi-puisi ini pernah terbit di Radar Seni Edisi 9 Maret 2013 :)




Pagi di Jantung Kota

pada pancuran kasih
di tepian kolam sukma
digenggamnya mesra pula
titik-titik sinar bayi bintang
pukul sembilan merekah
di jantung kota jantung
di sudut taman hati
masyarakat bening
pun mengamati
sycamore tidak lebih cantik
dari ibu penyihir aspal

2013



Katak di Talas

katak di talas
daunnya kecupi hara
sepagi bulan merengek
pada matahari
giliranmu berjaga

katak di talas
sinar si penjaga
        tusuki hari
nyata rupa ia diburu
tangan-tangan uang
untuk kepulan
tetusuk bambu

tak ingin tamat cepat-cepat
dari atas talas ia melompat
lalu kembali ke parit
dengan perasaan pahit

2013



Epilepsi

setelah kuteguk
gas ensefalogram
aku jadi punya kawan
mereka menari layang
           di koridor
entah berasal
dari penyakit yang mana
bagiku,
kami berjodoh
dengan dokter E
pada jas putihnya
ia hobi berkata :
epilepsi, pisauku
akan berdansa
dengan otakmu

2013



Plang Putih Itu Bisu

plang putih itu bisu
roda-roda tetap menggigit
                 kulit bumi
tetap melukiskan tato
berampas porselen

plang putih itu bisu
tak mengapa jika perutmu
menuntut keadilan
dalam periode
       pengisian
namun sungguh
Ia tak citptakan kau
untuk durhakai
Gumi Paer!

2013



Akar-akar Rumput

akar-akar rumput
inginkan rumpun
disayang para buah
telah tumpah-ruah
kini ia hanya memeluk
                    sakit
pada gaun yang lusuh
jangankan berumpun
tangan pun telah rabun

2013



Sejarah di Otakku

sejarah sebagian telah melahap
masa nina bobokku
buku-buku di bangku
            sekolahku
seperti setan dalam
cerita Nabi Adam

sedang mataku melihat
sejarah seperti penggali
                   kubur
yang salah menaruh
nama pemesan

namun sudahlah
sejarah yang utuh
baiknya kunobatkan
sebagai nama
salah satu jalan
di otakku

2013



Panggungnya Serasa Kain
                                    : T.T.08
sudah kubilang
bangunkan tukang baja
untuk panggung kita
ia tak mungkin patahkan rerima
hanya ia jaminkan kebengkokan
bila keok
butiran mimpi melompat
cantik pada pupilmu
gagah pada pupilku
namun panggungnya
          serasa kain

sudah kubilang
buatlah panggung
    serupa baja
agar lusa
hingga kita berkaki tiga
masih ada rumah bergelora
yang siap menyambut kita

2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar