Puisi-puisi ini pernah terbit di Radar Seni Edisi 9 Maret 2013 :)
Pagi di Jantung Kota
pada pancuran kasih
di tepian kolam sukma
digenggamnya mesra pula
titik-titik sinar bayi bintang
pukul sembilan merekah
di jantung kota jantung
di sudut taman hati
masyarakat bening
pun mengamati
sycamore tidak lebih cantik
dari ibu penyihir aspal
2013
Katak di Talas
katak di talas
daunnya kecupi hara
sepagi bulan merengek
pada matahari
giliranmu berjaga
katak di talas
sinar si penjaga
tusuki hari
nyata rupa ia diburu
tangan-tangan uang
untuk kepulan
tetusuk bambu
tak ingin tamat cepat-cepat
dari atas talas ia melompat
lalu kembali ke parit
dengan perasaan pahit
2013
Epilepsi
setelah kuteguk
gas ensefalogram
aku jadi punya kawan
mereka menari layang
di koridor
entah berasal
dari penyakit yang mana
bagiku,
kami berjodoh
dengan dokter E
pada jas putihnya
ia hobi berkata :
epilepsi, pisauku
akan berdansa
dengan otakmu
2013
Plang Putih Itu Bisu
plang putih itu bisu
roda-roda tetap menggigit
kulit bumi
tetap melukiskan tato
berampas porselen
plang putih itu bisu
tak mengapa jika perutmu
menuntut keadilan
dalam periode
pengisian
namun sungguh
Ia tak citptakan kau
untuk durhakai
Gumi Paer!
2013
Akar-akar Rumput
akar-akar rumput
inginkan rumpun
disayang para buah
telah tumpah-ruah
kini ia hanya memeluk
sakit
pada gaun yang lusuh
jangankan berumpun
tangan pun telah rabun
2013
Sejarah di Otakku
sejarah sebagian telah melahap
masa nina bobokku
buku-buku di bangku
sekolahku
seperti setan dalam
cerita Nabi Adam
sedang mataku melihat
sejarah seperti penggali
kubur
yang salah menaruh
nama pemesan
namun sudahlah
sejarah yang utuh
baiknya kunobatkan
sebagai nama
salah satu jalan
di otakku
2013
Panggungnya Serasa Kain
: T.T.08
sudah kubilang
bangunkan tukang baja
untuk panggung kita
ia tak mungkin patahkan rerima
hanya ia jaminkan kebengkokan
bila keok
butiran mimpi melompat
cantik pada pupilmu
gagah pada pupilku
namun panggungnya
serasa kain
sudah kubilang
buatlah panggung
serupa baja
agar lusa
hingga kita berkaki tiga
masih ada rumah bergelora
yang siap menyambut kita
2013
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Oktober 2013
Surat Puisi (2)
Puisi-puisi ini pernah terbit di Kendari Pos Edisi 20 Juli 2013 :)
Mengunyah Rindu
petang tak halangi dua mata pelornya
untuk terangi bebatu
selama ia masih mengunyah rindu
sesamanya bersuka-suka
melepeh geram
meludah kelam
2013
Petang di Desa
bebudak berkejaran
hendak grogoti sarung
tjak tuan
semalam-malam berkidung
walau bibir tersandung sedu
lepau ia sumpal masa kelu
tunggulah semasa hujan lagi
sebelum sesurya merengek
akan ada fragmen, kata orang
saat sesurya telah berserah
hujan pun menyambut riang
2013
Pengerat Kenari
sebatas kenari
ia telaten meremah
biji tetaji
sebelum naluri rawi
berburu bumi
dari tangan ke tangan
lompati ladang sigaret
sebatas kenari
ia rentang jarak bebarak
dari tangan ke tangan
menabuh pangan
hingga sempoyongan
2013
Nisan Menangis
kau sapu dedaun basah
dalam kesukaan terperah
semusim nisan menangis
tubuh tak lagi manis
masih memeluk tanah
pada kesukaan gelisah
kau pun, pantang memelas
hingga ia mengecup putas
2013
Mengunyah Rindu
petang tak halangi dua mata pelornya
untuk terangi bebatu
selama ia masih mengunyah rindu
sesamanya bersuka-suka
melepeh geram
meludah kelam
2013
Petang di Desa
bebudak berkejaran
hendak grogoti sarung
tjak tuan
semalam-malam berkidung
walau bibir tersandung sedu
lepau ia sumpal masa kelu
tunggulah semasa hujan lagi
sebelum sesurya merengek
akan ada fragmen, kata orang
saat sesurya telah berserah
hujan pun menyambut riang
2013
Pengerat Kenari
sebatas kenari
ia telaten meremah
biji tetaji
sebelum naluri rawi
berburu bumi
dari tangan ke tangan
lompati ladang sigaret
sebatas kenari
ia rentang jarak bebarak
dari tangan ke tangan
menabuh pangan
hingga sempoyongan
2013
Nisan Menangis
kau sapu dedaun basah
dalam kesukaan terperah
semusim nisan menangis
tubuh tak lagi manis
masih memeluk tanah
pada kesukaan gelisah
kau pun, pantang memelas
hingga ia mengecup putas
2013
Surat Puisi (1)
Puisi-puisi ini pernah terbit di Jurnal Santarang Edisi 15 Juli 2013 :)
Perenggutan Hayat
barisan embun antarkan amis
pada kepulan ruam
hikayatnya tentang guram
tentang perenggutan hayat
di masa melarat
2013
Kristal Legam
padanya aku tusukkan
kristal legam
dari tetesan malam
maka hendaklah
ia patuh
pada peluh
sebelum raganya
bergumul dengan nyawa
2013
Perenggutan Hayat
barisan embun antarkan amis
pada kepulan ruam
hikayatnya tentang guram
tentang perenggutan hayat
di masa melarat
2013
Kristal Legam
padanya aku tusukkan
kristal legam
dari tetesan malam
maka hendaklah
ia patuh
pada peluh
sebelum raganya
bergumul dengan nyawa
2013
Langganan:
Postingan (Atom)